Jelang PON Sumut-Aceh, Atlet Wushu Sumut Matangkan Teknik dan Rencanakan Try Out



MEDAN | SATUHATISUMUT.COM - Gelaran PON ke-21 yang bakal dilaksanakan di Provinsi Sumut dan Aceh, pada 2024 mendatang, tinggal setahun lagi.


Para atlet dan pelatih setiap cabang olahraga (cabor) terus mematangkan persiapannya, termasuk wushu Sumut. 


Pelatih wushu Sumut, Fredy Wijaya menyebut, saat ini para atletnya sedang mengikuti program pemusatan pelatihan daerah (pelatda) jangka panjang, guna menatap PON ke-21 di Sumut-Aceh. Persiapan yang dilakukan anak didiknya pun dibuat bertahap. 



"Persiapan atlet sekarang masih dalam tahap pematangan teknik lebih lanjut. Lalu juga dipersiapkan untuk pertandingan-pertandingan try out untuk tahun ini," kata Fredy, Selasa (21/2/2023).


Lanjutnya, para atlet wushu Sumut dipelatdakan di padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) Medan. Setidaknya ada 11 atlet nomor taolu yang mengikuti program pelatda itu dengan rincian delapan atlet putra dan tiga atlet putri. 


Dijelaskan Fredy, dalam tahap ini anak didiknya memperdalam beberapa teknik taolu dari segi kelembutan gerakan dan arti dari gerakan yang didemonstrasikan.


Hal ini bertujuan, memaksimalkan penampilan para atlet saat berlaga nanti. 


"Kebetulan saya pelatih yang handle atlet pelatda kategori taijiquan (seni beladiri dan senam kelembutan). Teknik yang diperdalam dari segi kelembutan dan arti dari gerakan taiji tersebut, beserta gerakan sulit. Contohnya, lompatan dalam ketentuan pertandingan," ujarnya. 


Selain memperdalam beberapa teknik gerakan, Fredy mengaku, pihaknya juga berencana membawa para atlet untuk mengikuti try out ke luar negeri. Hanya saja, jadwal pelaksanaan agenda itu masih belum bisa dipastikan. Terlebih kompetisi juga belum ada digelar. 


Rencana try out di luar negeri ini bilang Fredy, dibuat untuk menambah jam terbang dan mental para atlet sebelum berlaga di pesta olahraga bergengsi empat tahunan itu. Kendati demikian, ia optimistis anak didiknya bisa memberikan performa yang maksimal. 


"Untuk program try out masih belum ada info atau kabar terbaru dari Pengprov Sumut. Tapi yang paling dekat adalah pertandingan Sarawak Cup 2023 di Malaysia. Kemungkinan di Juni ini. Hal itu (try out) supaya menambah jam terbang para atlet untuk menghadapi PON 2024 nantinya dan melatih mental para atlet juga," ucapnya. 


Ditanya mengenai kendala yang dihadapi saat proses persiapan, Fredy mengaku, tidak menghadapi rintangan yang berarti. Hanya saja, mengingat kondisi cuaca yang sering hujan, ia mengkhawatirkan kebugaran para atlet. Belum lagi jadwal latihan yang cukup padat. 


"Kita latihan dua sesi, pagi pukul 09.00 WIB-11.00 WIB. Untuk sore, pukul 14.30 WIB-16.30 WIB. Solusi untuk menjaga kebugaran, selalu on time makan atau tidak telat makan, lalu konsumsi beberapa vitamin untuk menjaga kebugaran atlet beserta yang paling penting jaga tidur atlet," katanya. 


"Kita sudah memasuki tahun 2023 yang artinya tahun depan sudah PON. Diharapkan atlet tetap fokus dan berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mencetak prestasi tertinggi di ajang empat tahunan tersebut," ujarnya lagi. (red)

Posting Komentar untuk "Jelang PON Sumut-Aceh, Atlet Wushu Sumut Matangkan Teknik dan Rencanakan Try Out"

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

NEWS

Kompol Jama Kita Purba Dipromosikan Sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Gantikan Kompol Teuku Fathir Mustafa

Ini Sederet Prestasi Bobby Nasution Selama Menjabat Wali Kota Medan

Silahturahmi Bersama Pengurus MPW Pemuda Pancasila Sumut, Ini Kata H Musa Rajekshah

Mabuk, David Chandra Aniaya Pengacara Sun Sin SH MH, Jari Tangan Patah Dihantam Kursi

Hendak ke Rumah Mertua di Lubuk Pakam, Warga Langkat Dikeroyok Preman, Minta Kapolresta Deli Serdang Tangkap Pelakunya

Kapolrestabes Medan Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat 93 Personel

Kapolda Sumut Diganti, Ini Sosok Pengganti Irjen Panca Putra Simanjuntak

Jumat Berkah, Komunitas Satu Hati Salurkan 200 Paket Sembako Wakapolri Komjen Agus Andrianto ke Masyarakat

Hasil Sementara, Musa Rajekshah Unggul di Dapil Sumut I, Disusul Meutya Hafid dan Maruli Siahaan

Warga Desa Sei Buluh Resah, Limbah Pabrik PT SJA Diduga Beracun