Imbas Galian Proyek di Menteng Remaja Tewas Digilas Truk

MEDANImbas Proyek Galian Parit  dikawasan Jalan Menteng Medan, membawa petaka bagi pengendara Jalan yang melintas dikawasan Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, Selasa (03/01/23). 

AB, seorang remaja warga Jalan Halat Medan tewas digilas ban truk saat mengelakkan jalan rusak dan berlubang.

Panit Lantas Polsek Medan Area, Ipda Pinta Uli Sinaga mengatakan, mulanya Sahroni Aritonang (34) pengemudi Truk Tronton Mitsubishi melintas dari arah Jalan Denai menuju ke Amplas.

Saat melintas di sekitar SPBU kawasan Menteng, korban yang mengemudikan sepeda motor mau mendahului truk dari sebelah kiri.

“Namun karena jalan rusak dan berlubang, korban  terjatuh ke aspal. Lalu terlindas ban belakang truk dan korban tewas di tempat,” katanya.

Uli menjelaskan kondisi sepeda motor korban ringsek. Sementara truk tidak mengalami kerusakan. “Kini sopir truknya masih kita periksa,” ujarnya.

Selasa (3/1/23) malam jasad korban  dibawa ke rumah duka di Jalan Halat untuk disemayamkan (esa)

Posting Komentar untuk "Imbas Galian Proyek di Menteng Remaja Tewas Digilas Truk"

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

NEWS

Kompol Jama Kita Purba Dipromosikan Sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Gantikan Kompol Teuku Fathir Mustafa

Ini Sederet Prestasi Bobby Nasution Selama Menjabat Wali Kota Medan

Silahturahmi Bersama Pengurus MPW Pemuda Pancasila Sumut, Ini Kata H Musa Rajekshah

Mabuk, David Chandra Aniaya Pengacara Sun Sin SH MH, Jari Tangan Patah Dihantam Kursi

Diduga Bawa Kabur Mobil & Sepeda Motor, Vincent Hartono Dilaporkan ke Polrestabes Medan

Jumat Berkah, Komunitas Satu Hati Salurkan 200 Paket Sembako Wakapolri Komjen Agus Andrianto ke Masyarakat

Hendak ke Rumah Mertua di Lubuk Pakam, Warga Langkat Dikeroyok Preman, Minta Kapolresta Deli Serdang Tangkap Pelakunya

Kapolda Sumut Diganti, Ini Sosok Pengganti Irjen Panca Putra Simanjuntak

Kapolrestabes Medan Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat 93 Personel

Hasil Sementara, Musa Rajekshah Unggul di Dapil Sumut I, Disusul Meutya Hafid dan Maruli Siahaan