Walau Megah & Modern, Pasar Aksara Medan Sepi, Ramai Saat Akan Didatangi Jokowi

MEDAN | SATUHATISUMUT.COM - Dari luar, bangunan Pasar Aksara Medan tampak megah dengan konsep pasar modern. Namun pedagang setempat menjulukinya dengan Pasar 'Siluman'.

Julukan itu muncul karena suasana pasar yang sangat sepi. Hampir tak ada transaksi jual beli. Jangankan pembeli, penjual pun enggan berdagang ke pasar ini.

Dilansir dari Detiksumut, pasar ini dari basement hingga lantai 3, hanya segelintir penjual yang menempati kios. Lebih banyak kios yang tutup. Hingga muncullah istilah lantai 'Siluman' di kalangan pedagang. Banyak kios-kios yang kosong yang tidak diisi oleh pedagang eks Pasar Aksara terdahulu.

"Inikan lantai 1 dan 2. Pedagang itu menamakan lantai siluman karena masih kosong," ungkap salah satu pedagang di Pasar Aksara.

Bahkan di areal bahan pokok dan sayuran, meja-meja kios kosong berdebu. Padahal, saat kedatangan Presiden Jokowi ke Medan pada 9 Februari lalu, banyak pedagang berjualan. Ternyata para pedagang itu hanya berjualan sehari lantaran diinfokan ada kedatangan Presiden Jokowi untuk meramaikan pasar menyambut kedatangan presiden. Namun presiden pun batal berkunjung.

"Cuma sehari saja berjualan, kan awalnya diajak untuk meramaikan pasar ini," ujar pedagang lainnya.

Menurut informasi dari Ketua Pasar Aksara, Sugondo Ginting, dari 700 kios yang tersedia, hanya 100 kios yang terisi. Kebanyakan diisi oleh pedagang kain dan emas.

"Dari 700 kios yang ada, paling hanya terisi 100 kios. Itupun banyak toko emas yang mengisi," tutur Sugondo.

Para eks pedagang Pasar Aksara lama enggan berjualan di bangunan baru tersebut lantaran di nilai kurang strategis dan mempersulit pedagang maupun pembeli. Ia berharap Pemkot Medan turun langsung mengajak pedagang untuk berjualan di gedung.

"Kalau dibiarkan begini saja, siap Lebaran pasar ini akan menjadi 'Hambalang' kedua. Kita sudah beberapa kali undang pak Dirut untuk bicarakan lokasi tempat sayur atau ikan tapi sampai saat ini belum ada realisasi. Kami menunggu-menunggu terus. Ini kami terlunta-lunta, tak ada rimbanya," kata Sugondo.

Pihaknya mengaku sudah berulang kali melakukan audiensi kepada PD Pasar, namun hingga saat ini solusi yang ditawarkan pedagang belum terealisasikan.

"Kita sudah berulang kali melakukan audiensi dengan Pemkot Medan melalui PD Pasar namun sampai sekarang belum ada solusinya. Kita minta agar pedagang sayuran dan ikan dapat dipindahkan dulu ke area parkiran. Setelah ramai baru dibicarakan kembali, biar kita pancing dulu untuk meramaikan pasar ini," tuturnya.

Menurutnya tata letak kios di Pasar Aksara ini tak sesuai kultur warga Medan. Banyak pedagang dan pembeli yang sudah tua, namun ditempatkan di lantai paling atas.

Sebelumnya, detikSumut sempat mewawancarai para pedagang sayur di lantai 3 saat perdana berjualan di pasar tersebut. Para pedagang sempat mengeluhkan lantaran zona berjualan yang tidak strategis dan tidak menguntungkan. Bahkan, para pedagang tersebut sempat menyebutkan akan pindah berjualan di pasar lain apabila tidak mendapat keuntungan saat berjualan di Pasar Aksara ini. (dtc)

Posting Komentar untuk "Walau Megah & Modern, Pasar Aksara Medan Sepi, Ramai Saat Akan Didatangi Jokowi"

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

NEWS

Kompol Jama Kita Purba Dipromosikan Sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Gantikan Kompol Teuku Fathir Mustafa

Ini Sederet Prestasi Bobby Nasution Selama Menjabat Wali Kota Medan

Silahturahmi Bersama Pengurus MPW Pemuda Pancasila Sumut, Ini Kata H Musa Rajekshah

Mabuk, David Chandra Aniaya Pengacara Sun Sin SH MH, Jari Tangan Patah Dihantam Kursi

Hendak ke Rumah Mertua di Lubuk Pakam, Warga Langkat Dikeroyok Preman, Minta Kapolresta Deli Serdang Tangkap Pelakunya

Kapolrestabes Medan Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat 93 Personel

Kapolda Sumut Diganti, Ini Sosok Pengganti Irjen Panca Putra Simanjuntak

Jumat Berkah, Komunitas Satu Hati Salurkan 200 Paket Sembako Wakapolri Komjen Agus Andrianto ke Masyarakat

Hasil Sementara, Musa Rajekshah Unggul di Dapil Sumut I, Disusul Meutya Hafid dan Maruli Siahaan

Warga Desa Sei Buluh Resah, Limbah Pabrik PT SJA Diduga Beracun